Dasar-dasar Piranti Semikonduktor

Belajar Elektronika Untuk Pemula | Belajar Listrik Dasar | Belajar Robot Untuk Pemula

Tuesday, April 7, 2015

Dasar-dasar Piranti Semikonduktor

Teori Atom Bohr

teori atom bohr komponen elektronika
Dalam teori atom bohr kita sudah mengenal yang namanya inti atom –proton dan neutron- dan electron yang berputar-putar mengelilingi inti atom tersebut (lihat gambar diatas). Banyaknya electron selalu sama dengan banyaknya proton pada kondisi normal dan pada kondisi ini atom disebut tidak bermuatan.

Setiap electron memiliki lintasan tertentu yang pada gambar diatas disimbolkan dengan huruf K, L, M, dan N. Lintasan electron ini disebut dengan orbital. Dan setiap orbital ini mewakili suatu tingkatan energy tertentu.

Sebuah electron disebut ber-eksitasi yaitu berpindah ke orbital yang lebih luar dengan cara menyerap energy terlebih dahulu. Dan dapat berpindah ke orbital yang lebih dalam sambil melepaskan energy kelingkunganya.

Atom Penyusun Semikonduktor

Atom penyusun semikonduktor yang sudah sering digunakan ada tiga macam, yaitu silicon, germanium dan carbon. Secara umum ketiganya memilki sifat fisis yang hampir sama dikarenakan ketiganya memilki jumlah electron valensi (electron pada orbital terluar) sama banyak yaitu 4 buah.

atom semikonduktor komponen elektronika
Dalam ilmu kimia diterangkan bahwa “konduktivitas berkurang seiring dengan meningkatnya jumlah electron valensi”. Satu electron bisa memilki electron valensi hingga 8 buah. Sebuah atom yang hanya memilki satu electron valensi saja, maka atom tersebut sangat bersifat konduktor. Sedangkan atom yang memilki electron valensi 8 sempurna, maka dapat dipastikan bahwa atom ini bersifat insulator/isolator.

Semikonduktor memilki electron valensi 4 buah. Sehingga atom semikonduktor berada pada posisi tengah-tengah antara konduktor dan isolator. Begitupun dengan sifat fisisnya, semikonduktor bukanlah konduktor yang baik bukan juga isolator yang baik, namun berada dipertengahanya.

Meskipun masing-masing unsur atom diatas memiliki aplikasi tersendiri sesuai dengan karakteristiknya. Sebagai contoh misalnya saja bahan silicon memiliki tegangan ambang 0,7 Volt sedangkan germanium hanya 0,3 Volt. Perbedaan ini tentunya akan sangat berpengaruh tergantung pada kebutuhan masing-masing rangkaian elektronika nantinya.

To be continued Insya Allah….
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul: Dasar-dasar Piranti Semikonduktor
Ditulis Oleh Engineer Nusantara
Jika mengutip harap berikan link yang menuju ke artikel Dasar-dasar Piranti Semikonduktor ini. Sesama blogger mari saling menghargai. Terima kasih atas perhatiannya

Post a Comment