Pengertian Resistor, Sebuah Penjelasan Lengkap

Belajar Elektronika Untuk Pemula | Belajar Listrik Dasar | Belajar Robot Untuk Pemula

Thursday, March 19, 2015

Pengertian Resistor, Sebuah Penjelasan Lengkap

Pengertian Resistor

Sahabat Engineer yang berbahagia, saya yakin sahabat sudah tidak asing lagi dengan istilah resistor. Karena resistor ini dapat kita temukan hampir di semua rangkaian elektronika, baik itu rangkaian yang kompleks maupun rangkaian sederhana. Meskipun begitu, tetap akan saya jelaskan apa sih resistor itu sebenarnya? Resistor atau hambatan adalah salah satu komponen elektronika yang memiliki nilai hambatan tertentu, dimana hambatan ini akan menghambat arus listrik yang mengalir melaluinya.

Sebuah resistor biasanya terbuat dari bahan campuran Carbon. Namun tidak sedikit juga resistor yang terbuat dari kawat nikrom, sebuah kawat yang memiliki resistansi yang cukup tinggi dan tahan pada arus kuat. Contoh lain penggunaan kawat nikrom dapat sahabat lihat pada elemen pemanas setrika. Jika elemen pemanas tersebut sahabat buka, maka terdapat seutas kawat spiral yang biasa disebut dengan kawat nikrom.

Kembali ke resistor, besarnya hambatan biasa kita sebut dengan istilah ohm. Kata ohm itu diambil dari nama salah seorang fisikawan hebat asal German bernama George Simon Ohm. Beliau juga yang mencetuskan keberadaan hukum ohm yang masih berlaku hingga sekarang.

Fungsi Resistor

Resistor berfungsi sebagai penghambat arus listrik. Jika kita tinjau secara mikroskopik, unsur-unsur penyusun resistor memiliki sedikit sekali elektron bebas. Akibatnya pergerakan elektronya menjadi sangat lambat. Sehingga arus yang terukur pada multimeter akan menunjukan angka yang lebih rendah jika dibandingkan rangkaian listrik tanpa resistor.

gambar Simbol Resistor Tetap komponen elektronika
Simbol Resistor Tetap
Namun meskipun misalnya kita menyusun rangkaian listrik tanpa resistor, bukan berarti tidak hambatan listrik didalamnya. Karena setiap konduktor pasti memiliki nilai hambatan, meskipun relatif kecil. Namun dalam perhitungan matematis, biasanya kita abaikan nilai hambatan pada konduktor tersebut, dan kita anggap konduktor dalam kondisi ideal. Itu berarti besar resistansi konduktor adalah nol.

Bisakah sahabat bayangkan jika konduktor yang terdapat pada rangkaian listrik tidak memiliki hambatan sama sekali. Ya, proses transfer daya pastinya akan optimal, jika kita aplikasikan pada komputer maka kecepatan komputer akan meningkat tajam dengan spesifikasi prosesor yang sama. Hal inilah yang beberapa dekade terakhir menjadi bahan perbincangan para ilmuwan bagaimana menciptakan konduktor tanpa hambatan, atau lebih dikenal dengan sebutan superkonduktor.  

Cara Menghitung Resistor

Multimeter Analog komponen elektronika
Multimeter Analog
Dalam menghitung besarnya hambatan yang terkandung dalam resistor, kita punya beberapa teknik perhitungan. Pertama adalah cara yang paling gampang, yaitu dengan menggunakan multimeter digital. Setelah kita menyetel multimeter digital dalam mode “ohm”, lalu kedua terminal multimeter kita tempelkan dikedua kaki resistor. Maka bimsalabim… seketika muncul besar hambatan dari resistor yang kita ukur.

Multimeter Digital komponen elektronika
Multimeter Digital
Cara kedua yaitu dengan menggunakan multimeter analog. Untuk menggunakan alat ukur ini sahabat butuh sedikit keahlian dalam membaca skala pada multimeter. Pada multimeter analog, umumnya kita akan menemukan beberapa skala yang dapat digunakan sesuai kebutuhan ketelitian perhitungan. (Untuk penjelasanya mendetail Insya Allah akan segera menyusul).

Dan satu lagi, sahabat pasti juga bertanya-tanya bagaimana cara menghitung resistor film karbon yang memilki banyak gelang warna. Jangan khawatir sahabat ! penjelasanya akan saya update secepatnya.. jadi jangan lupa berlangganan Blog ElektroTeknik agar tetap bisa membaca update-an artikel selanjutnya tentang “cara menghitung warna resistor”…

Jadi kemana-mana nih mbahasnya… silahkan lanjutkan menikmati indahnya ilmu semoga bermanfaat… (red-intermeso)

Macam-macam Resistor

Ada beberapa jenis resistor yang biasa kita jumpai dalam rangkaian listrik. Berikut perincian lengkapnya:

Resistor tetap (fixed resistor)

Resistor jenis ini memiliki nilai resistansi yang tetap dan permanen selama resistor tersebut dalam kondisi yang baik. Resistor tetap juga terdiri dari beberapa jenis resistor yang dikelompokan berdasarkan bahan penyusun resistor tersebut. Mari kita bahas secara mendetail:

  • Resistor Keramik


Resistor Keramik komponen elektronika
Resistor Keramik
Resistor keramik sesuai dengan namanya tentu saja terbuat dari bahan keramik atau porselen. Dengan lapisan kaca dibagian terluar. Meskipun ukuranya cukup mungil, namun resistansinya bervariasi, mulai dari kisaran puluhan ohm hingga kilo ohm. Resistor keramik kebanyakan digunakan pada gadget yang memilki ukuran cukup kecil. Coba saja buka perangkat ponsel sahabat Engineer, dapat dipastikan sahabat menemukan resistor jenis ini didalamnya.

  • Resistor Film Karbon


Resistor Film Carbon komponen elektronika
Resistor Film Carbon
Nah, yang ini pasti udah gak asing lagi buat sahabat Engineer. Resistor karbon terbuat dari bahan karbon didalam dan diluarnya dilapisi dengan bahan pelindung berupa film. Pelindung ini berguna untuk mnecegah adanya pengaruh eksternal terhadap karakteristik dari resistor jenis ini.

Dipermukaanya terdapat gelang-gelag warna yang berguna sebagai indikator besarnya hambatan yang terkandung didalam resistor tersebut. Untuk perhitungan detailnya sudah dibahas pada subbab sebelumnya.

  • Resistor Film Metal

Resistor Film Metal komponen elektronika
Resistor Film Metal

Penampakan sekilas terlihat bahwa resistor jenis film metal mirip dengan resistor jenis film karbon. Perbedaan hanya pada warna dasar yang berbeda. Namun sebenarnya kedua jenis resistor ini memilki karakteristik yang berbeda. Untuk resistor film metal memiliki katelitian tertinggi dibandingkan dengan resistor tetap jenis lain. Toleransinya hanya  berkisar antara 1-5%.

Dalam aplikasinya, resistor film metal biasa digunakan pada perangkat elektronik yang memerlukan ketelitian tinggi, misalnya saja multimeter ataupun alat ukur lainya.

  • Resistor Batang Karbon


Resistor Batang Karbon komponen elektronika
Resistor Batang Karbon
Resistor jenis batang karbon terhitung jenis resistor jadul sama seperti resistor kawat. Resistor ini tersusun dari bahan karbon didalamnya dan terdapat kode-kode warna untuk menandai besarnya hambatan dari resistor tersebut. Untuk penggunaanya saat ini sudah sangat jarang.  Sehingga kurang familiar bagi para praktisi elektronika saat ini.

  • Resistor Kawat



Resistor Kawat komponen elektronika
Resistor Kawat
Resistor kawat merupakan resistor pertama kali dibuat. Dahulu resistor ini digunakan dalam rangkaian yang masih menggunakan tabung hampa sebagai transistornya. Dengan ukuran fisik yang cukup besar, resistor ini juga memilki nilai hambatan yang cukup besar pula. Resistor kawat juga mampu beroperasi pada arus kuat dan panas yang tinggi.


Resistor tidak tetap (variable resistor)

Berlawanan dengan resistor tetap, resistor variable dapat berubah nilai resistansinya sesuai pengaruh eksternal yang memang sudah didesain demikian. Pengelompokan jenis resistor variable didasarkan pada bagaimana cara merubah resistansi tersebut. Misalnya saja LDR bisa berubah resistansinya jika terjadi perubahan intensitas cahaya yang mengenai permukaanya. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas secara mendetail:

  • Potensiometer


Potensiometer seperti pada gambar merupakan resistor yang dapat kita atur besar resistansinya. Cara mengaturnya cukup dengan memutar bagian tuas tengah potensiometer. Resistor jenis ini cukup sering digunakan dalam rangkaianelektronika semacam fm/am tuner, rangkaian sensor cahaya, dan lain sebagainya.

Potensiometer komponen elektronika
Potensiometer
Bagian dalam potensiometer terbuat dari kawat berhambatan yang melingkar. Untuk lebih jelasnya silahkan baca “mengenali lebih dekat potensiometer” (pembahasan segera menyusul). Namun selain terbuat dari bahan kawat, ada juga ptensiometer yang tersusun dari karbon sehingga ukuranya dapat diperkecil dan interval resistansi yang cukup besar.

Ada dua jenis potensiometer yang bisa kita temukan di toko-toko elektronik, yaitu potensiometer jenis logaritmik dan potensiometer jenis linear. Kedua jenis ini memiliki perbedaan pada besarnya perubahan resistansi ketika kita memutar tuas potensiometer.

  • Trimpot


Trimpot komponen elektronika
Trimpot
Bentuk dan cara kerja trimpot sebenarnya tidak jauh berbeda dengan potensiometer. Namun agar kita bisa merubah nilai hambatanya tidak cukup hanya menggunakan tangan kosong. Diperlukan alat semacam obeng -/+ untuk memutarnya sehingga nilai resistansinya berubah sesuai dengan yang kita inginkan. Trimpot sama seperti potensiometer juga terdiri atas dua jenis, yaitu trimpot logaritmik dan linear.

  • LDR


Seperti yang sudah disinggung diatas, LDR merupakan jenis resistor variabel yang resistansinya dapat berubah seiring dengan intensitas cahaya yang mengenai permukaanya. Dengan sifatnya ini, maka wajar jika LDR biasa digunakan pada lampu-lampu yang bisa mati dan hidup secara otomatis.
Light Detecting Resistor (LDR) komponen elektronika
Light Detecting Resistor (LDR)

Resistansi LDR menurun ketika terpapar cahaya dengan intensitas tinggi. Sebaliknya, semakin kecil intensitas cahaya yang mengenai permukaanya maka resistansi LDR akan semakin besar. Konsep kerja LDR dapat dijelaskan dengan konsep fotolistrik yang dicetuskan oleh Enstein.

Penasaran bagaimana konsep fotolistrik bekerja? Silahkan daftarkan email sahabat dikotak berlangganan untuk bisa mengikuti update terbaru.

  • NTC dan PTC


NTC dan PTC KOMPONEN ELEKTRONIKA
NTC dan PTC
Untuk kedua jenis resistor ini, sahabat dapat mengatur besar resistansinya dengan merubah temperature lingkungan sekitar. Pada resistor NTC (negative temperature coefficient) resisntansi semakin kecil ketika suhu lingkungan naik. Untuk PTC (positive temperature coefficient) berlaku sebaliknya, yaitu semakin tinggi suhu lingkungan semakin besar pula nilai resistansinya.

Pada dasarnya resistansi setiap bahan pasti dipengaruhi oleh suhu lingkungan meskipun sangat kecil pengaruhnya. Dalam sebuah rangkaian listrik skala kecil faktor ini bisa  kita abaikan. Namun tidak jika sudah masuk ke dunia industri skala besar, semua faktor yang dicurigai (kaya pelaku kriminal :) …) berpengaruh sebisa mungkin di hitung dan diteliti efek kedepanya.

  • Rheostat


Rheostat komponen elektronika
Rheostat
Sahabat engineer pastinya sudah pernah praktikum fisika jikapun belum pernah seharusnya tetap tidak asing dengan jenis resistor variable yang satu ini. Terbuat dari uliran kawat yang rapat dan berdiameter cukup besar, sehingga ukuranya pun besar. Rheostat paling sering digunakan dalam laboratorium. Cara mengubah resistansinya cukup mudah, yaitu dengan menggeser kepala bagian atas dari rheostat.

Berhubung artikelnya sudah cukup panjang, mungkin saya cukupkan sampai disini dulu. Semoga bukan hanya panjang dan bikin bosan, tapi juga bisa memberikan penjelasan yang lengkap tentang sebuah resistor. Dan saya yakin sahabat engineer semuanya pasti masih belum puas dengan artikel ini karena memang begitulah seharusnya sifat seorang pelajar – selalu haus akan ilmu.

Dan bila ada masukan ataupun pertanyaan seputar Pengertian, Fungsi, Cara menghitung dan Macam-macam Resistor bisa langsung dituliskan dikolom komentar. Atau jika bersifat pribadi bisa langsung hubungi saya memalui laman kontak berikut. Sekian, salam semangat berkarya untuk kau Engineer Muda Nusantara. 
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul: Pengertian Resistor, Sebuah Penjelasan Lengkap
Ditulis Oleh Engineer Nusantara
Jika mengutip harap berikan link yang menuju ke artikel Pengertian Resistor, Sebuah Penjelasan Lengkap ini. Sesama blogger mari saling menghargai. Terima kasih atas perhatiannya

Post a Comment