Rangkaian Seri dan Paralel

Belajar Elektronika Untuk Pemula | Belajar Listrik Dasar | Belajar Robot Untuk Pemula

Saturday, March 21, 2015

Rangkaian Seri dan Paralel

Rangkaian Seri

Rangkaian seri pada resistor berarti penyusunan resistor secara berderet, sehingga biasanya ada yang menyebut rangkaian seri dengan rangkaian berderet. Namun rangkaian ini tisak hanya berlaku pada resistor, melainkan pada semua alat elektronik yang memilki resistansi atau hambatan. Termasuk hambatan dalam baterai. Sebut saja lampu bohlam, setrika atau alat pemanas lainya dan semua jenis beban elektronik.

Beberapa konsep penting yang harus dipahami (tidak dianjurkan untuk dihafal) dalam rangkaian seri adalah sebagai berikut:

       Besarnya arus yang mengalir pada setiap resistor adalah sama (hukum kirchoff)
Dua aturan diatas tidak perlu sahabat hafalkan, yang diperlukan hanya pemahaman yang matang. Karena jika sahabat sudah memahami dengan baik, konsep ini akan selalu menempel dikepala tanpa harus menggunakan lem. (emangnya prangko pake lem segala... :) )

Nah kalau sudah seperti ini bisanya banyak yang bertanya tentang bagaimana trik supaya gampang paham. Tenang sahabat, anda sekarang sedang membuka situs yang tepat untuk bagaimana dapat memahami konsep-konsep rangkaian seri-paralel sehingga tidak mudah lupa.
Ssebenarnya ada banyak teknik memahami konsep rangkaian seri dan parallel ini, seperti kata pepatah seribu jalan menuju roma. Dan salah satu teknik yang akan saya jelaskan disini adalah teknik analogi aliran air.

Pertama, dalam rangkaian seri besarnya arus yang mengalir melalui masing-masing beban atau resistor adalah sama. Fenomena ini dapat kita analogikan dengan aliran air sungai. Ketika air mengalir melalui sungai yang tanpa cabang, maka dapat dipastikan bahwa besarnya arus yang melewati setiap bagian sungai adalah sama derasnya. Begitupun dengan arus listrik yang mengalir melalui rangkaian seri. Besarnya arus yang mengalir melalui setiap elemen beban akan terukur sama dengan multimeter.

kedua  besarnya beda potensial antar resistor berbeda. Hal ini dapat dianalogikan dengan air terjun. Perbedaan ketinggian sebelum air jatuh dengan ketinggian air yang sudah berada dibawah setelah terjun mengibaratkan tegangan listrik sebelum memasuki resistor dan teganga setelah melewati resistor.

Dan besarnya perbedaan tegangan antara sebelum memasuki resistor dan setelah melewatinya sebanding dengan besarnya hambatan resistor. Jadi misalkan kita menggunakan resistor yang resistansi sama, maka beda potensial antar resistor pun harus sama.
Rangkaian seri komponen elektronika
Rangkaian Resistor Seri
Dari uraian diatas, rumus matematis untuk rangkaian seri adalah:

Itotal =IR1 = IR2 = IR3


Sesuai hukum ohm, formula diatas dapat kita uraikan menjadi:

Itotal =IR1

Vtotal/Rtotal = V1/R1

V1 = R1/Rtotal  x Vtotal


Dan untuk mencari beda tegangan pada resistor yang lain cukup mudah yaitu tinggal mengganti R1 dengan V yang anda cari. Misal sahabat mencari V2 maka R1 harus diganti dengan R2, begitupun dengan V3.

Gak terasa sudah cukup banyak saya nulis, untuk rangkaian parallel mungkin aan saya lanjutkan besok lagi,dan sebagai penutup saya sertakan contoh soal dan pembahasanya dibawah ini:

Ada tiga buah hambatan yang masing-masing nilainya 6 W , 4 dan 3 W disusun seri. Tentukan hambatan penggantinya!
Diketahui :
a. R1 = 6 W
b. R2 = 4 W
c. R3 = 3 W
Ditanyakan: Rs = ... ?

Jawab :
Rs = R1 + R2 + R3
= 6 + 4 + 3
= 13 W
Jadi, hambatan penggantinya adalah 13 W .



Cukup sekian penjelasan tentang rangkaian seri dan parallel, semoga bisa memberikan manfaat buat Sahabat Engineer semuanya. Salam sukses, sampai berjumpa lagi di artikel selanjutnya.
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul: Rangkaian Seri dan Paralel
Ditulis Oleh Engineer Nusantara
Jika mengutip harap berikan link yang menuju ke artikel Rangkaian Seri dan Paralel ini. Sesama blogger mari saling menghargai. Terima kasih atas perhatiannya

Post a Comment