Pentingnya Belajar Transistor Untuk Pemula

Belajar Elektronika Untuk Pemula | Belajar Listrik Dasar | Belajar Robot Untuk Pemula

Thursday, March 26, 2015

Pentingnya Belajar Transistor Untuk Pemula

Khusus bagi anda yang berkeinginan menjadi seorang Engineer Elektro yang professional, menguasai konsep dasar, cara kerja dan seluk beluk transistor adalah hal pokok yang wajib sahabat kuasai. Itu pesan penting yang disampaikan dosen elektronika dasar. Saya sebagai muridnya tentu percaya dengan sangat. Bagaimana tidak, beliau ini kan pastinya sudah mengetahui seluk beluk dunia elektronika dan beliau juga salah satu doktor lulusan jepang yang sangat saya segani keilmuwanya.

Sebenarnya apa yang spesial dengan transistor, sehingga begitu penting untuk dipelajari. Satu alasan kuat yang waktu itu disampaikan oleh pak dosen, bahwa transistor selalu dipakai hampir disemua perangkat elektronika. Jikapun tidak terlihat secara kasat mata dengan keberadaan transistor didalam sebuah rangkian eektronika, percayalah bahwa konsep kerja transistor pasti dipakai didalamnya.

Satu contoh saja tentang pentingnya transistor yaitu penggunaan amplifier dalam rangkaian elektronika. Mungkin sahabat mengenal op-amp atau operational-amplifier, komponen ini didalamnya adalah transistor. Transistor secara langsung digunakan pada rangkaian penguat/ amplifier. Ada penguat kelas A, B dan beberapa lagi yang lainya.

Sebuah transistor berperan besar dalam proses penguatan suatu sinyal tertentu. Konsep penguatan disini tidak hanya suatu proses yang menghasilkan sinyal output yang lebih besar magtitude-nya, tetapi sebuah pelemahan sinyal juga merupakan bentuk dari penguatan sinyal yang gain-nya negative.
Sebuah rangkaian filter pada dasarnya memakai konsep penguatan sinyal. Namun penguatan sinyal ini hanya terjadi pada kondisi-kondisi tertentu. Begitupun untuk bidang control, konsep penguatan juga sangat berperan dalam bidang ini. Nah jelaslah sudah bahwa salah satu fungsi transistor yaitu sebagai penguat amplifier sangat berperan dalam setiap rangkaian elektronika.

Terkhusus untuk konsep amplifier dalam bidang control, sebenarnya saya sendiri belum begitu memahami dibagian mana konsep penguatan ini bekerja. Mungkin jika ada kesempatan akan saya tanyakan langsung ke bapak Dosen. Namun sebelumnya jika ada dari sahabat yang memiliki pendapat tersendiri mengenai topik ini, sahabat bisa langsung menuliskan pemikiran maupun pendapatnya dikolom komentar yang tersedia.

Satu hal lagi yang menjadi catatan penting ketika tempo hari ketika kuliah mengenai transistor ini dimulai.  Bahwa apa yang selama ini oleh orang awan seperti saya disebut transistor sebenarnya memilki istilah asli yaitu BJT (bipolar junction transistor). Dan kata transistor itu sendiri merujuk ke bermacam-macam jenis transistor yang sekarang ini banyak beredar di pasaran. Artinya ada banyak jenis transistor, dan yang biasa kita sebut sebut transistor tak lain adalah BJT.

Sedikitnya ada 3 jenis transistor yang harus sahabat ketahui, yaitu tranistor jenis BJT (bipolar junction transistor), FET (field effect transistor) dan MOSFET (metal oxide semiconductor field effect transistor).  Terdapat perbedaan mendasar diantara ketiganya mekipun sama-sama berfungsi sebagai pengatur besar arus output.

Jika kita pelajari secara mendalam, maka untuk BJT dalam mengatur arus keluaranya yang digunakan sebagai pengatur adalah supplay arus yang masuk melewati port basis. Sedangkan FET dan MOSFET bekerja untuk mengendalikan voltase. Sebagai pengendalinya FET/MOSFET menggunakan konsep hambatan, jadi semakin besar hambatan dalam FET/MOSFET maka akan semakin kecil Voltase keluaranya, dan juga sebaliknya.

Transistor BJT biasanya kita lihat dlam berbagai ukuran dan bentuk. Sebagai pengetahuan tambahan yang saya dapatkan dari dosen, bahwa perbedaan tampilan fisik transistor (kemasan/packing) berkesesuian dengan besar daya disipasi yang hilang ketika arus melewati transistor tersebut. Semakin besar kemasan biasanya semakin besar pula kemampuan transistor tersebut untuk mengatasi disipasi daya/energy. Konsep ini biasa disebut efisiensi daya.

Selain memberbesar ukuran fisik, hal lain yang dapat menngkatkan efisiensi transistor yaitu dengan menambahkan pendingin yang berfungsi untuk mengurangi panas pada transistor. Dengan cara ini sebuah transistor dapat bekerja lebih efisien berkali-kali lipat dibandingkan sebelumnya. Efisiensi daya dapat diartikan sebagai perbandingan besarnya daya yang keluar dibagi dengan besarnya daya sumber yang masuk ke transistor. Sehingga semakin tinggi efisiensinya, maka semakin sedikit daya yang hilang setelah memasuki transistor. Dan efisiensi yang besar juga menandakan transistor bekerja dengan baik.


Sekian dulu artikel mengenai pentingnya transistor bagi pemula, semoga bisa memberikan tambahan pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Artikel ini hanya sebagai tempat saya berbagi apa yang sudah saya dapatkan dikelas, harapanya selain menjadi arsip saya pribadi juga semoga bisa memberikan manfaat bagi teman-teman semuanya. Terimakasih sudah menyempatkan membaca, alangkah senangnya jika sahabat juga menyempatkan diri untuk meninggalkan komentar sebagi tanda perkenalan. Termakasih. 
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul: Pentingnya Belajar Transistor Untuk Pemula
Ditulis Oleh Engineer Nusantara
Jika mengutip harap berikan link yang menuju ke artikel Pentingnya Belajar Transistor Untuk Pemula ini. Sesama blogger mari saling menghargai. Terima kasih atas perhatiannya

Post a Comment