Pengertian dan Bunyi Hukum Ohm

Belajar Elektronika Untuk Pemula | Belajar Listrik Dasar | Belajar Robot Untuk Pemula

Sunday, March 8, 2015

Pengertian dan Bunyi Hukum Ohm

Hukum Ohm merupakan salah satu hukum fisika yang paling mendasar. Saking dasarnya bahkan sahabat bisa menemukan materi dan penggunaan rumus dari hukum ini mulai SMP sampai dibangku perkuliahan. Oleh karena itu, menguasai dan memahami hukum ohm hukumnya wajib bagi sahabat yang ingin belajar elektronika lebih dalam, karena hukum ini adalah yang paling dasar dan akan sangat sering sahabat temukan dalam dunia elektronika. Tanpa panjang lebar, langsung saja berikut penjelasan mengenai hukum Ohm.
Hukum Ohm pertama kali dicetuskan oleh seorang fisikawan terkenal dari german bernama George Simon Ohm (klik untuk biografi lengkapnya) pada tahun 1825. Namun hukum ini baru resmi dipublikasikan pada tahun 1827 melalui sebuah paper dengan judul The Galvanic Circuit Investigated Mathematically.
Hukum Ohm menyatakan bahwa besarnya arus listrik yang mengalir melalui suatu bahan konduktor selalu berbanding lurus dengan beda potensial diantara dua titik yang diuji. Sebuah bahan konduktor dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila besar hambatannya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya.
Hukum Ohm menyatakan bahwa besarnya arus listrik yang mengalir melalui suatu bahan konduktor selalu berbanding lurus dengan beda potensial diantara dua titik yang diuji.
Namun pernyataan dalam hukum ohm ini tidak selalu berlaku untuk semua konduktor, karena dalam beberapa kasus, besarnya hambatan suatu bahan konduktor bisa saja berubah dikarenakan berbagai faktor. Seperti misalnya pada bahan semikonduktor hukum ohm ini tidak akan berlaku, Sehingga kemudian kita mengenal istilah komponen aktif dan komponen pasif. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyimpangan hukum Ohm karena faktor internal bahan bisa sahabat baca di “ Perbedaan komponen aktif dan komponen pasif elektronika”.
hukum ohm
Lambang "Ohm" (satuan resistansi)
Dari hukum ohm tersebut, dapat kita simpulkan sebuah rumus penting:

                                                                         V = I . R
Dimana :
I (Ampere) adalah besarnya arus yang mengalir melalui suatu bahan penghantar.
(volt) adalah beda potensial (voltase) yang terdapat pada kedua ujung  bahan penghantar.
R (ohm) adalah besarnya resistansi bahan (hambatan) yang terdapat pada suatu bahan penghantar.
Demikian penjelasan tentang Hukum Ohm, semoga bisa bermanfaat buat sahabat pembaca semua. Pesan saya, jangan ragu-ragu untuk membagikan artikel ini kepada teman-teman yang lain, semoga bisa memberikan manfaat yang lebih luas.

Sekian, sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya. Selamat belajar, selamat berkarya…

Salam Engineer Muda Indonesia !

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul: Pengertian dan Bunyi Hukum Ohm
Ditulis Oleh Mohamad Nur Fauzan
Jika mengutip harap berikan link yang menuju ke artikel Pengertian dan Bunyi Hukum Ohm ini. Sesama blogger mari saling menghargai. Terima kasih atas perhatiannya

Post a Comment