Pengenalan Mikrokontroller AVR Atmel

Belajar Elektronika Untuk Pemula | Belajar Listrik Dasar | Belajar Robot Untuk Pemula

Thursday, March 12, 2015

Pengenalan Mikrokontroller AVR Atmel

Apa itu AVR?

AVR merupakan salah satu jenis mikrokontroler yang dibuat oleh Atmel Corp. AVR ini berupa chip atau IC (Integrated circuit) yang dapat di program karena didalamnya telah tertanam mikroprosesor, perangkat penyimpanan (memori) dan beberapa modul I/O layaknya sebuah komputer yang siap pakai. Beberapa contoh chip AVR yang biasanya tersedia dipasaran ditunjukan seperti gambar berikut

Meskipun AVR serupa dengan komputer, tetap terdapat perbedaan-perbedaan diantara keduanya. Jika komputer dirancang untuk menyelesaikan banyak tugas (multitasking), maka mikrokontroler dibuat sebaliknya, yaitu untuk mengerjakan suatu tugas tertentu dan spesifik. 

mikrokontroler atmega8
IC Tipe PDIP
Sebuah program yang berisi perintah-perintah khusus dimasukan kedalam mikrokontroler untuk mengatur ataupun mengendalikan sebuah alat.  Sebagai contoh sahabat biasa melihat nyala lampu lalu lintas yang berubah-ubah warnanya, didalamnya pasti terdapat mikrokontroler yang mengatur perubahan warna tersebut. Begitupun dengan alat pengatur suhu ruangan (AC), pengendali robot dan lain sebagainya.

Atmel tidak menyebutkan secara khusus apa kepanjangan dari AVR. Namun para praktisi mikrokontroller beranggapan bahwa AVR merupakan singkatan dari Advanced Virtual RISC. Sementara yang lain mengira bahwa AVR adalah singkatan dari dua orang mahasiswa dari NTH (Norwegian Institute of Technology) yang merupakan perumus awal mikrokontroler jenis AVR ini. Mahasiswa tersebut bernama Alf-Egil Bogen dan Vegard Wollan.


mikrokontroler atmega8
IC Tipe TQFP
AVR termasuk mikrokontroler Atmel generasi baru dan dikeluarkan setelah mikrokontroler MCS-51. Teknologi dan fasilitas yang dimiliki mikrokotroler AVR ini menjadikanya lebih terkenal dibandingkan mikrokontroler pendahulunya yaitu MCS-51. 

Untuk memenuhi kebutuhan pasar yang beraneka ragam, Atmel membuat Mikrokontroler AVR kedalam beberapa jenis. Namun dari sekian banyak jenis mikrokontroler AVR yang berhasil dibuat, setidaknya ada 3 jenis tipe AVR yang sudah lazim digunakan yaitu kelas Tiny, Kelas Mega, dan kelas khusus.

Dasar-Dasar Mikrokontroller AVR

Sebelumnya kita sudah sama-sama mengetahui sangat banyak jenis dan seri dari mikrokontroler AVR. Namun dalam pembahasan kali ini, kami hanya akan mengambil satu seri saja sebagai sampel yaitu mikrokontroler AVR kelas Mega, khususnya ATmega8. Semoga penjelasan ini dapat mewakili dari keseluruhan mikrokoktroler AVR jenis yang lain.

mikrokontroler atmega8
IC Tipe QFN/MLF
ATmega termasuk mikrokontroler dengan lebar jalur 8 bit, hemat energi dan memiliki kinerja yang cukup tinggi  (1 mega instruksi per sekon). Kecepatan clocknya bisa mencapai 16MHz. Memori yang menyimpan  program atau biasa dikenal dengan sebuatan PEROM (flash program memory) berkapasitas 8 kilo byte. Memori unutk menyimpan data sementara (SRAM) berkapasitas 1 KB. Sedangkan memori penyimpanan data permanen (EEPROM) mencapai 512 byte. Memori PEROM dapat dihapus-tulis sebanyak 10.000 kali, sedangkan memori EEPROM bisa mencapai 100.000 kali pemakaian.

Modul-modul internal ATmega8 antara lain: duah buah timer/counter 8 bit, satu buah timer/counter 16 bit, RTC dengan sumber clock terpisah, 3 channel PWM (pulse width modulation), 6 channel TWI atau I2C, USART, SPI (serial peripheral interface), Watchdog timer dan Analog Comparator.

Untuk fitur-fitur khusus pada ATmega8 diantaranya: brown out detector, power on reset, osilator RC Internal, sumber-sumber interupsi internal-eksternal dan lima buah sleep mode. ATmega8 memilki 23 pin I/O yang dikemas dalam tiga buah bentuk IC yaitu 28 pin PDIP, 32 pin TQFP, dan 32 pad pada IC berbentuk QFN/MLF. Diantara ketiga bentuk kemasan IC tersebut, model PDIP biasanya paling lazim digunakan dibandingkan model yang lain. 
mikrokontroler atmega8
Skema ATmega8

Terlihat dalam gambar diatas bahwa setiap pin I/O dilengkapi dengan fungsi alternatif. Sebagai contoh, pin 23 yang berlabelkan PC0 (ADC0), ini berarti selain dapat difungsikan sebagai pin input/output PC0, pin ini juga dapat berfungsi sebagai channel ADC (analog to digital converter) ke-0.  Begitupun dengan pin-pin yang lain. Semua fungsi-fungsi itu dapat digunakan setelah kita mengatur register-register AVR lewat program yang kita buat.

Sekian dulu ulasan pendahuluan tentang mikrokontroler AVR, semoga bisa menambah wawasan Sahabat Engineer seputar dunia elektronika. Jangan lupa untuk berbgai manfaat kepada sesama. Terimakasih, see you next time
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul: Pengenalan Mikrokontroller AVR Atmel
Ditulis Oleh Mohamad Nur Fauzan
Jika mengutip harap berikan link yang menuju ke artikel Pengenalan Mikrokontroller AVR Atmel ini. Sesama blogger mari saling menghargai. Terima kasih atas perhatiannya

Post a Comment