Pengenalan Resistor

Belajar Elektronika Untuk Pemula | Belajar Listrik Dasar | Belajar Robot Untuk Pemula

Saturday, September 13, 2014

Pengenalan Resistor

Resistor merupakan komponen elektronika yang paling dasar. Karena pada suatu alat elektronik, pasti didalamnya terdapat resistor (hambatan). Resistor sendiri digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir pada suatu rangkaian elektronika. Sesuai dengan namanya, resistor bersifat resistif atau menghambat dan umumnya terbuat dari unsur karbon (C).  Merujuk pada hukum Ohm, kita tahu bahwa besarnya resistansi berbanding terbalik dengan besarnya arus yang mengalir melaluinya. Satuan resistansi dari suatu resistor adalah Ohm atau dilambangkan dengan simbol (Omega).

Istilah Ohm merupakan nama dari seorang ilmuwan fisika ternama dari german yaitu George Simon Ohm. Untuk biografi lengkapnya silahkan buka di Biografi Ilmuwan George Simon Ohm. Penggunaan Ohm sebagai satuan resistansi tidak lain adalah untuk mengenang jasa-jasa beliau, salah satunya dengan ditemukanya hukum Ohm.

Dalam aplikasinya, sebuah resistor tidak hanya dilihat resistansinya saja, namun juga perlu diperhatikan batas daya yang mampu dilewatkan pada resistor tersebut. Berbagai macam resistor di buat dari bahan yang berbeda sehingga memiliki kemampuan daya yang berbeda-beda. Karena resistor bekerja dengan dialiri arus listrik, maka akan terjadi disipasi daya berupa panas sebesar W=I^2.R joule.

Semakin besar ukuran fisik suatu resistor biasanya menunjukkan semakin besar kemampuan disipasi daya resistor tersebut. Umumnya di pasaran tersedia ukuran 1/8, 1/4, 1, 2, 5, 10 dan 20 watt. Resistor yang memiliki disipasi daya 5, 10 dan 20 watt umumnya berbentuk kubik memanjang persegi empat berwarna putih, namun ada juga yang berbentuk silinder. Tetapi biasanya untuk resistor ukuran jumbo ini nilai resistansi dicetak langsung dibadannya, misalnya 100W5W.

Resistor dalam teori dan prakteknya di tulis dengan perlambangan huruf R. Dilihat dari ukuran fisik sebuah resistor yang satu dengan yang lainnya tidak berarti sama besar nilai hambatannya. Sedangkan yang menentukan besarnya resistansi yang terdapat pada sebuah resistor dapat kita hitung dengan melihat warna garis yang melingkar pada permukaan resistor. 


Baca juga : Cara menghitung besar hambatan resistor

Sekian dulu penjelasan tentang Pengenalan Resistor, sampai ketemu lagi di artikel berikutnya. Jangan lupa untuk berbagi artikel ini jika dirasa bermanfaat.
Selamat belajar Engineer Muda Indonesia !

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul: Pengenalan Resistor
Ditulis Oleh Mohamad Nur Fauzan
Jika mengutip harap berikan link yang menuju ke artikel Pengenalan Resistor ini. Sesama blogger mari saling menghargai. Terima kasih atas perhatiannya

Post a Comment